(ilustrasi embrio. sumber: adviceforpregnantmoms.com)
Beberapa tahun yang lalu sekelompok orang Arab mengumpulkan informasi mengenai embriologi dari Quran, dengan latar belakang mengikuti perintah dari AlQuran.
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.[QS An-Nahl 16:43]
Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.[QS Al-Anbiyaa’ 21:7]
Semua informasi dari Quran dikumpulkan dan diterjemahkan ke Bahasa Inggris dan ditunjukkan kepada Prof. Dr. Keith Mooroe, yang mana beliau adalah seorang Profesor Embriologi dan Ketua Departemen Anatomi di Universitas Toronto, Kanada. Kehadirannya mendapat wewenang tertinggi dalam bidang Embriologi. Beliau diminta untuk memberikan opini berdasarkan informasi yang ada dalam Quran mengenai bidang Embriologi. Setelah memeriksa dengan hati-hati terjemahan dari ayat Quran yang diberikan kepadanya, Dr.Moore mengatakan bahwa sebagian besar informasi mengenai embriologi disebutkan dalam Quran dengan kecocokan yang sempurna dengan penemuan modern embriologi dan tidak bertentangan dengannya sedikitpun. Beliau menambahkan bahwa, tetapi ada beberapa ayat yang secara ilmiiah dia tidak komentari. Dia tidak bisa mengatakan bahwa ayat ini benar atau salah, karena dia sendiri tidak tahu informasi yang terkandung didalamnya. Informasi ini juga tidak disebutkan dalam tulisan dan studi ilmiah mengenai embriologi. Yakni pada ayat:
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah [QS Al-‘Alaq 96:1-2]
Kata “alaq”, disamping memiliki arti gumpalan beku darah juga memiliki arti sesuatu yang lengket, zat yang seperti lintah. Dr. Keith Moore tidak pernah tahu apakah embrio dalam tahap awal terlihat seperti seekor lintah. Untuk mengeceknya beliau mempelajari tahap awal embrio dibawah mikroskop di laboratoriumnya dan membandingkan apa yang diamatinya dengan gambar lintah dan ia heran atas kemiripan keduanya !
Dengan cara yang sama, beliau memperoleh informasi lebih mengenai embriologi yang memukul beliau untuk kembali pada Quran. Dr. Keith Mooroe menjawab sekitar delapan puluh pertanyaan yang disebutkan dalam Quran dan Hadist dengan berdasarkan data mengenai embrio yang ia punya. Tercatat bahwa informasi yang terdapat pada Quran dan Hadist sepenuhnya dapat diterima oleh penemuan terbaru dalam embriologi. Prof. Moore berkata “Jika saya ditanya pertanyaan tersebut tiga puluh tahun yang lalu, saya tidak mungkin bisa menjawab setengahnya dikarenakan kekurangan informasi ilmiah”.
Dr. Keith Moore telah mengarang buku, ‘The Developing Human’. Setelah memperoleh pengetahuan baru dari Quran, beliau menulis, pada 1982, edisi ketiga dari buku yang sama “The Developing Human”. Buku tersebut mendapatkan penghargaan sebagai buku medis terbaik yang hanya ditulis oleh seorang penulis. Buku ini diterjemahkan dalam beerapa bahasa di dunia dan digunakan sebagai teksbook embriologi pada tahun pertama studi medis.
Pada 1981, selama Konferensi Medis Kutujuh di Dammam, Arab Saudi. Dr. Moore mengatakan “Sungguh saya senang sekali bisa membantu mengklarifikasi pernyataan dalam Quran mengenai perkembangan manusia. Saya tidaklah ragu bahwa pernyataan tersebut datang ke Muhammad dari Tuhan Allah, karena hamper semua pengetahuan ini belum diketahui hingga berabad-abad. Ini membuktikan pada saya bahwa Muhammad adalah penyampai pesan dari Tuhan atau Allah.”





0 Response to "Al-Quran Menjelaskan Embriologi dengan Sangat Detail"
Post a Comment
Komentar yang baik menandakan sikap yang baik pula.